photo megan_zps4d7560ca.gif ANDA PUNYA USAHA.... APAPUN USAHA ANDA IKLAN KAN SAJA DI MEGANTARA FM HUB : 085733431113 - 082141147494

Jum'at Pahing Hari Ulang Tahun " Dadung Awuk"...???

Ternak " Dadung Awuk"
Didalam kehidupan kita sehari - hari tak jarang kita jumpai berbagai mitos kejawen  yang mana terkadang di luar penalaran kaum modern, namun terkadang kalau kita mau dan mampu berfikir lebih dalam apa yang di yakini oleh suku jawa semuanya merujuk terhadab kebesaran Illahi Robbi sang penguas alam semesta. banyak sekali di era modern saat ini kita jumpai suatu tradisi yang mana ini tidak bersumber dari ajaran islamiyah, malahan ini terkesan adalah warisan kepercayaan atau agama para pendahulu pendahulu kita, namun sampai saat ini masih kita laksanakan sebagai bentuk kebudayaan dan tradisi warisan nenek moyang kita, seperti tradisi " Kupatan Hewan Ternak"  yang mana setiap tahun selalu dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan kepada Dadung Awuk, namun sebagai manusia modern yang menganut ajaran islamiyah setidaknya kita harus mempunyai fikiran khusnudhon terhadap masyarakat kita, bahwa apa yang kita lakukan saat ini bukan bentuk sebuah kemusri'an yang menyekutukan Allah SWT namun ini adalah bentuk rasa syukur kita kepada-Nya atas segala limpahan karunia dan rahmat yang di berikan oleh-Nya kepada kita insan yang lemah. sebagai mana Firmanya dalam Qur'an Surah Ibrahim ayat 7 " Dan (Ingatlah juga), tak kala Tuhanmu memaklumkan : Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu,dan jika kamu mengingkari (Nikmat - Ku), maka sesungguhnya adzab -Ku sangat pedih"

Dadung Awuk
Sosok Dadung Awuk sendiri hanya sebuah cerita dari mulut ke mulut  dan cerita dalam tokoh pewayangan,  Dadung Awuk adalah raksasa kerdil anak buah Bathari Durga, raja makhluk siluman yang bertahta di Kahyangan Setragandamayit. Dadungawuk tinggal di hutan Krendayana, bertugas menggembalakan kerbau/Andanu (Jawa) milik Bathari Durga.
Kerbau Andanu berjumlah 40 ekor, semuanya berwarna hitam, berkaki putih (pancal panggung/Jawa).
Karena indahnya pernah dipinjam keluarga Pandawa untuk memenuhi persyaratan permintaan Dewi Sumbadra, putri Prabu Basudewa dengan permaisuri Dewi Badrahini dari negara Mandura, ketika dipinang oleh Arjuna.
Pada mulanya Dadungawuk menolak. Tetapi setelah dikalahkan oleh Bima, Dadungawuk bersedia menyerahkan Andanu, yang akan digunakan untuk memeriahkan pawai perkawinan Dewi Subadra dengan Arjuna yang pestanya diselenggarkan di negara Dwarawati.
Atas seijin Bathari Durga, Dadungawuk sendiri bertindak sebagai pawangnya.
Setelah pesta perkawinan selesai, Dadungawuk dan Andanu kembali kehutan Kerndayana. inilah mungkin yang mengilhami bahwa diadakanya Kupatan Hewan Ternak bahwa sebagian masyarakat kita percaya kalau yang menjaga hewan ternak mereka adalah Dadung Awuk karena di jaman dahulu mereka belum mengenal Allah SWT.


Hari Ulang Tahun Dadung Awuk
   Dalam kehidupan masyarakat luas ketupat atau Kupatan biasanya hanya di laksanakan pada acara nisfu sya'ban yang biasa di sebut Kupat Limolas ( kupat lima belas) dan Kupat Wolu yang di selenggarakan sepekan setelah hari raya idul fitri. namun di dalam adat kejawen ada juga Kupatan untuk hewan ternak dan ini biasanya di selenggarakan pada hari Jum'at Pahing serta di laksanakan setelah para petani menggunakan jasa dari hewan ternak ( yang lazim di gunakan di daerah kami adalah sapi )tersebut untuk menggarap sawah atau ladang ini di sebut Kupatan Bar Tandur ( Ketupat setelah Tanam) ini di laksanakan setiap tahun sehabis waktu tanam, dan ini adalah bentuk rasa syukur yang di lakukan oleh para petani terhadap yang Maha Kuasa bahwasanya mereka sudah melakukan tugasnya berusaha  bercocok tanam serta berharap keselamatan terhadap hewan ternaknya serta hasil panen yang melimpah ruah kelak pabila sudah waktunya panen.
  
   Setelah menunggu beberapa bulan tibalah saatnya panen raya dan untuk wujud rasa syukur serta rasa terima kasih kepada hewan ternak yang sudah memnbantu proses bercocok tanam maka sehabis panen di adakan kupatan hewan ternak lagi yang di sebut Kupat Bar Panen (Ketupat setelah panen ) ini juga prosesnya sama seperti Kupatan Bar Tandur  di laksanakan pada hari Jum'at Pahing setelah panen padi atau panen jagung, sebagai bentuk rasa syukur Kepada Allah SWT terhadap segala hasil panenya serta berharap barokah dan sehat wal afiat semua hewan ternaknya.bukan cuma lembu atau sapi saja yanmg mendapat keistimewaan di hari jum'at pahing tersebut namun hewan ternak lainya seperti kambing pun juga ikut menikmati hari bahagia tersebut.
 
Ketupat Dadung Awuk
Ketupat yang di buat pun juga tidak jauh beda dengan ketupat ketupat pada umumnya, namun yang membedakan disini adalah adanya Ketupat Dadung Awuk yang bentuknya menyerupai sayap pesawat tempur, serta adanya Ampyang yaitu  beras di goreng dalam kuiali tanah tanpa minyak goreng  ( di sangrai) kemudian di beri gula jawa, serta kalau  Kupatan Bar Tandur  selain ketupat di isi dengan beras juga di taburi sedikit Lemon, Lemon sendiri adalah hasil dari saringan tepung jagung yang agak kasar. tak heran di hari jum'at pahing banyak yang mengatakan kalau Hari Ulang Tahun Dadung Awuk.

 Namun di jaman yang mana tenaga manusia dan bahkan ternak jarang di gunakan untuk menggarap lahan pertanian, tradisi ini seakan tak tergoyahkan oleh peredaran masa meskipun sekarang banyak lembu lembu yang cangkru'an sembari jagongan, karena peran dan tugas mereka sudah digantikan oleh kerbau- kerbau besi yang siap menghajar lahan.



Mengenal Dekat Tayub Tuban

   

 Tayub, Mendengar budaya jawa yang satu ini mungkin stigma kita adalah ke sesuatu budaya yang negativ, namun disisi lain budaya jawa yang satu ini sangatlah populer di kalangan masyarakat terutama di kalangan masyarakat menengah kebawah di seantero pelosok Kabupaten Tuban Jawa Timur, dan tidak di pungkiri lagi bahwa Kecamatan Kerek adalah sebagia pusat budaya tayub di kabupaten yang pernah di pimpin oleh Ronggolawe tersebut.

   Kesenian yang notabena sudah mulai terkikis oleh kebudayaan modern ini sampai saat ini masih tetap bisa bertahan dan bersaing dengan budaya - budaya anak muda sekarang.sekilas kalau kita menilik budaya tayub memang terbilang kuno, karena budaya yang satu ini masih kental dengan nuansa nuansa jawa kuno, mulai dari gaya busana dari para pemeran seni tersebut maupun peralatan musik yang di usung pun juga masih terbilang khas, namun seiring dengan perkembangan jaman tak jarang juga yang sudah memadukan unsur modern seperti Drum dalam musik tayub.

   Kesenian Tayub di era modern tidak lepas dari beberapa unsur yang bisa membuat kesenian ini semakin di gandrungi oleh pecintanya. Tokoh utama dalam kesenian langen tayub adalah Waranggono dan Nayogo namun saat ini kesenian Tayub juga di meriahkan dengan Wirosworo ( Backing Vocal ) untuk menghidupkan suasana di saat Waranggono melantunkan gending - gending jawa, Pramugari ( Landang ) bertugas untuk mengatur para Pengibing (penjoget tayub) agar para pengibing tidak berebutan turun ke gelanggang tayub.

Kalau Anda penasaran dengan tradisi tayub di Tuban anda silahkan berkunjung ke kota kami untuk melihat secara langsung prosesi tayub modern di bumi Ronggolawe.

Berikut kami sajikan gambaran singkat dan urut - urutan proses pagelaran TayubTuban :

   1. Pambuko (Pembukaan)

Sebelum pementasan kesenian tayub di mulai biasanya Pramugari ( Landang) memberikan informasi kepada para pengunjung dan juga para tamu yang hadir di arena tayub tersebut, tentang acara yang di gelar tersebut dalam rangka apa, terus siapa Waranggononya, kerawitan yang mengiringinya serta segala hal yang menyangkut sukses terselenggaranya pagelaran tayub tersebut, disini Pramugari punya peran ganda sebagai pengendali dan pengatur jalanya acara serta sebagai MC.

   2. Tari Gambyong


Ini adalah awal di mulainya pagelaran langen tayub, dengan di awali tari Gambyong yang menggambarkan sambutan selamat datang kepada para tamu terutama para pecinta kesenian langen tayub.

   3. Gedok / Repen Tuan Rumah

Setelah Tari Gambyong usai maka tuan rumah atau yang punya hajat maju ke depan pentas kemudian duduk di apit oleh para waranggono istilah jawanya " direpeni" ini adalah bentuk penghormatan kepada pihak tuan rumah yang menyelenggarakan acara langen tayub tersebut. setelah Gedok Repen selesai maka tuan rumah mempersiapkanamplob berisi uang saweran yang di berikan ke masing - masing waranggono. kemudian setelah memberikan uang saweran sang tuan rumah kemudian ngibing dengan irama yang halus mendayu dayu. biasanya tuan rumah request gending Sri Rejeki dan berharap kelak setelah selesai punya hajatan maka rejekinya akan berlimpah ruah.

   4. Gedok / Repen Kemanten

Dalam seni tayub kemanten yang di agungkan dalam acara tersebut baik kemanten untuk pernikahan ataupun kemanten khitanan  juga di beri penghormatan sama seperti tuan rumah di repeni dan di persilahkan untuk ngibing (menari). biasanya untuk kemanten pernikahanakan memilih gending- gending yang bernuansakan setia terhadap pasanganya seperti Setyo Tuhu, Ketemu Jodone, Sampai Intai dan lain sebagainya. tapi kalau kemanten khitanan biasanya jarang sekali yang bersangkutan turun sendiri untuk ngibing karena mungkin saja masih takut karena masih di usia dini.

   5. Gedok / Repen Pamong (Perangkat Desa)

Begitu juga dengan Repen pamong ini sama halnya dengan repen tuan rumah atau repen kemanten, ini adalah betuk penghormatan kepada pihak pemerintah dalam suatu tempat tersebut namun biasanya  Kepa;a Desa atau yang mewakili memilih gending dengan tema perjuangan atau kerukunan seperti Ibu Pertiwi atau Ronggolawe .

   6. Sampur Tamu

Setelah tuan rumah,kemanten dan perangkat desa selesai ngibing (Menari) maka tibalah saatnya sampur atau selendang di bagikan kepada para tamu dan pecinta tayub. ini adalah tugas terberat bagi landang karena disii seorang landang harus jeli untuk membagikan sampurnya karena para pengibing yang kebanyakan terpengaruh dengan alkohol akan merasa tidak terima bila terlalu lama menunggu giliran untuk ngibing. serta landang lah yang berperan aktif untuk mengatur berapa jumlah pengibing yang akan turun di arena pangibingan. serat mengatur jarak antara pengibing yang satunya denga yang lainya agar tidak terjadi gesekan fisik. biasanya para pengibing akan meminta kepada waranggono gending gending yang baru atau lgi trend saat ini seperti  Nyidam Pentol, Prawan Kalimantan dan lain sebagainya walau ada pula yang senang dengan gending gending baku seperti Pangkur Iromo, Gambir Sawit dll

   7. Pamungkas

Setelah berjam - jam pementasan tibalah saatnya untuk mengahiri serangkaian acara pagelaran langen tayub biasanya untuk gending terahir waranggono menyanyikan tembang Pamungkas yang intinya memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena telah melaksanakan pementasan serta berharap negara kita indonesia tetap jaya selamanya

Demikian tadi rentetan prosesi pagelaran langen tayub khususnya tayub tuban kita semua berharap agar budaya jawa yang kita cintai ini tidaklah musnah dan selalu ada regenerasi baru untuk perkembangan tayub di bumi Ronggolawe kita tercinta ini.

Template by : kendhin x-template.blogspot.com